Kamis, 04 Juni 2009

suku-suku di jepang

Suku Ainu

Suku Ainu

Jumlah populasi

Pada tahun 2004:

  • 50.000 jiwa memiliki lebih dari 50% keturunan Ainu
  • 150.000 penduduk Jepang memiliki sedikit keturunan Ainu
    • (beberapa memperkirakan bahwa jumlah orang Jepang yang memiliki beberapa kadar darah Ainu bisa mencapai 1.000.000; namun jumlah yang benar tidak diketahui secara persis)
  • Era Pra-Jepang: ~50.000, hampir semuanya Ainu totok.
Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan
Jepang
Rusia.
Bahasa
bahasa Jepang, bahasa Ainu dan bahasa Rusia.
Agama
animisme.
Kelompok etnis terdekat

Ilmu genetika modern membuktikan bahwa suku Ainu termasuk ras Asia Timur. Mereka biasanya dikelompokkam dengan suku-sukubangsa non-Tungusik dari Sakhalin, lembah sungai Amur, dan semenanjung Kamchatka:

Museum dan pusat promosi suku Ainu di Sapporo

Suku Ainu (アイヌ ?) IPA: [ʔáinu] (juga disebut Ezo dalam teks-teks sejarah) adalah sebuah kelompok etnis pribumi di Hokkaidō, Kepulauan Kuril, dan sebagian besar Sakhalin. Diduga ada lebih dari 150.000 orang Ainu saat ini; namun jumlahnya yang pasti tidak diketahui karena banyak orang Ainu yang menyembunyikan asal-usul mereka karena masalah etnis di Jepang. Seringkali orang Ainu yang masih hidup pun tidak menyadari garis keturunan mereka, karena orangtua dan kakek-nenek mereka merahasiakannya untuk melindungi anak-anak mereka dari masalah sosial.

Etnonim mereka yang paling terkenal berasal dari kata aynu, yang berarti "manusia" (dibedakan dengan kamuy, makhluk ilahi) dalam dialek Hokkaidō dari bahasa Ainu; Emishi, Ezo atau Yezo (蝦夷) adalah istilah-istilah bahasa Jepang, yang diyakini berasal dari bentuk leluhur kata Ainu Sakhalin modern enciw atau enju, yang juga berarti "manusia". Istilah Utari (ウタリ ?) (artinya "kamerad" dalam bahasa Ainu) kini lebih disukai oleh sejumlah anggota kelompok minoritas ini.

Suku Ainu lama dipaksa oleh pemerintah Jepang untuk berasimiliasi dengan orang Jepang (suku Yamato). Pemerintah mengesahkan undang-undang pada tahun 1899 yang menyatakan bahwa suku Ainu adalah "bekas pribumi" (disebut "bekas" karena suku Ainu dimaksud akan berasimilasi). Pada 6 Juni 2008 parlemen Jepang mengesahkan resolusi yang mengakui bahwa suku Ainu adalah "suku pribumi dengan bahasa, kepercayaan, dan kebudayaan yang berbeda" sekaligus membatalkan undang-undang tahun 1899 tersebut.

Asal-usul

Asal-usul suku Ainu belum sepenuhnya diketahui. Mereka seringkali dianggap Jōmon-jin, penduduk asli Jepang dari periode Jōmon. Penelitian DNA mutakhir mengatakan bahwa mereka adalah keturunan dari suku Jomon kuno di Jepang. "Suku Ainu yang tinggal di tempat ini seratus ribu tahun sebelum Anak-anak Matahari datang" dikisahkan dalam salah satu dari Yukar Upopo (legenda Ainu) mereka.

Budaya Ainu berasal dari sekitar 1200 Mdan penelitian mutakhir berpendapat bahwa hal ini berasal dalam penggabungan budaya Okhotsk dan Satsumon.Ekonomi mereka didasarkan pada pertanian maupun berburu, menangkap ikan dan mengumpul

Laki-laki Ainu umumnya memiliki rambut yang lebat. Banyak peneliti awal menduga bahwa mereka keturunan Kaukasus, meskipun uji DNA mutakhir tidak menemukan garis keturunan Kaukasus. Uji genetik suku Ainu membuktikan bahwa mereka tergolong terutama kepada grup haplo-Y D.

Satu-satunya tempat di luar Jepang di mana grup haplo-Y D lazim ditemukan adalah Tibet dan Kepulauan Andaman di Samudra Hindia.Dalam sebuah studi oleh Tajima et al. (2004), dua dari 16 sampel (atau 12,5%) laki-laki Ainu ditemukan tergolong dalam grup haplo C3, yaitu grup haplo dengan kromosom Y yang paling umum di antara penduduk-penduduk pribumi di Rusia Timur Jauh dan Mongolia; Hammer et al. (2006) menguji empat sampel lagi dari laki-laki Ainu dan menemukan bahwa salah satunya tergolong ke dalam grup haplo C3.

Beberapa penelitia berspekulasi bahwa pembawa grup haplo C3 yang minoritas di antara suku Ainu ini mungkin mencerminkan suatu tingka tertentu dari pengaruh genetik satu arah dari suku Nivkh, yang dengannya suku Ainu telah lama memiliki interaksi budaya. Menurut Tanaka et al. (2004), garis mtDNA mereka umumnya terdiri dari grup haplo Y (21,6%) dan grup haplo M7a (15,7%). Evaluasi kembali belakangan ini tentang ciri-ciri tulang tengkorak mereka menunjukkan bahwa suku Ainu lebih mirip dengan suku Okhotsk daripada dengan suku Jōmon. Hal ini sesuai dengan rujukan kepada budaya Ainu sebagai gabungan dari budaya Okhotsk dan Satsumon yang dirujuk di atas.


Tohoku

Artikel ini adalah artikel tentang salah satu wilayah di Jepang. Tohoku juga merupakan nama sebuah kota kecil di Prefektur Aomori.
Wilayah Tōhoku, Jepang

Wilayah Tōhoku (東北地方 Tōhoku-chihō?) adalah salah satu wilayah di Jepang yang dibagi berdasarkan letak geografis. Tōhoku merupakan Bahasa Jepang yang berarti "timur laut", dan Wilayah Tohoku terletak di bagian timur laut dari Pulau Honshu, pulau terbesar di Jepang. Wilayah ini juga dikenal sebagai Michinoku (みちのく ?).

Wilayah ini terdiri dari enam prefektur: Akita, Aomori, Fukushima, Iwate, Miyagi dan Prefektur Yamagata.

Sebagai daerah kekuasaan terakhir Suku Ainu di Honshu dan sebagai tempat terjadinya banyak peperangan, Wilayah Tohoku mempertahankan reputasinya sebagai wilayah yang tertinggal, dengan menawarkan pemandangan yang indah namun dengan iklim yang keras.

Tohoku, seperti kebanyakan wilayah di Jepang, memiliki banyak bukit dan pegunungan, dengan Pegunungan Ou yang membentang dari utara ke selatan. Meskipun industri besi, baja, semen, kimia, kertas, dan pengolahan minyak mentah baru dimulai pada tahun 1960-an, Tohoku sudah dikenal sejak lama sebagai 'gudang pertanian' Jepang, karena wilayah ini menyuplai Sendai dan Tokyo-Yokohama dengan beras dan aneka komoditi pertanian lainnya. Tohoku merupakan penghasil 20 persen dari produksi beras nasional. Namun demikian, iklim yang keras hanya mengijinkan petani di wilayah ini untuk memanen sekali dalam setahun.

Pariwisata merupakan industri utama di Wilayah Tohoku, dengan tujuan wisata antara lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

VisiTor :

free counters

Template by:
Free Blog Templates

 

Strider Hien Running Animation Pictures, Images and Photos